Demi Subuh yang dinginnya membuat hati rindu sosokmu,
Demi Subuh yang dengan dengung suara Qura’annya mengharukan,
Ayah,
Ada banyak hal yang ingin kutanyakan waktu kecil,tapi saat itu tak
berani kutanyakan..tapi akhirnya jawabannya kudapatkan sekarang..setelah
dewasa..
ternyata kau begitu memikirkanku sampai sejauh ini ,
Duhai Laki-laki yang jadi suami dari ibuku,
Apakah diakhirat ada tv?sehingga kau mampu lihat betapa meruginya anakmu
slama ini didunia..betapa anakmu sempat tak peduli Dosa, dengan
kelakuan yang membuatmu malu dari Alam sana?
Duhai Khatib yang anakmu kau beri nama badawi,
Meskipun doamu masih diperkenankan atau tidak dari Akhirat,Doakanlah
anakmu terus dijalan lurus ,sebab dunia dengan gemerlapnya sudah semakin
susah untuk berjalan lurus..semuanya berusaha membelokkan..
Duhai laki-laki yg pertama kali mengajarkanku menggunakan kain sarung,
Apakah dialam barzah engkau terhindar dari azab kubur?
Duhai Ayah ,
celakalah aku bila aku tak tumbuh jadi pemuda sholeh…duhai ayah..aku sangat Mengkhawatirkanmu…
Dari sini..Aku anak bujangmu…dan seorang wanita yg menjadi ibuku,selalu mencintaimu ..
Untukmu Subuh ini kami persembahkan…
“Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa”
Badawi agustus 2013
((Copas Tulisan BADAWI HUSEIN )) idolakuuuuuuu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar