Hari ini aku gak tau ntah mau ngelakuin apa? bingung,,, yang jelas aku tu kepingin banget kerja, kerja menjadi seorang guru disekolah pesantren,, Sebenarnya tekad quu untuk mengajar dipesantren sudah lama kutanamkan didalam hati. Begitu besarnya impian untuk mengajar disekolah islam. Lillahi ta'ala aku benar-benar ingin sekali mengajar disana. Tapi sepertinya, untuk sekarang tidak bisa kulakukan, karena aku belum memiliki ijazah yg menjadi persyaratan ngajar.
Hemm,, berbicara tentang ijazah rasanya sangat menyayat pilu hati ku. Apa pulak tidak menyayat hati, sampai sekarang skripsiku tidak tau entah gimana kabar nya. Skripsiku gak jelas kemana arah tujuan nya. Kadang aku bingung mau harus berbuat seperti apa. Ntah apa yang harus kukerjakan. Rasanya untuk memulai pertama kali tu susah. Padahal teman-teman seangkatan ku sudah banyak yang pada lulus. Mungkin hanya tinggal beberapa orang saja yg belum tampil seminar , yah salah satunya termasuk diri ku.
Skripsi skripsi oh skripsi,,,,,
Belum lagi apa kata orang tua ku,,,, ayah selalu menanyakan kabar skripsiku,, kadang ayahku marah-marah melihat aku tidak perduli dengan skripsi ku. Padahal bukannya tidak perduli,, tapi ada sesuatu hal yang membuat aku tidak semangat mengerjakan skripsi. Masalah internal yang menghinggapi diriku. Cukup pribadi hingga aku tak mungkin menceritakan nya disini. Yah,, masalah itu sangat berhubungan dengan skripsiku. Hemm,,,,
Beda lagi dengan ibu,,, ibu tidak pernah mendesak ku untuk cepat selesai kuliah. Bahkan dia selalu memberiku semangat , mencoba menghibur setiap kali aku terlihat sedih. Dan ibu tau apa yang kurasakan saat ini. Yang penting tetap dikerjakan,, jangan pernah berhenti berusaha. Kalo gagal sekarang,, coba lagi,, sampai bisa. Ya ALLAH,, kadang aku sedih kalau mengingat kedua orang tuaku. Rasanya ingin sekali aku cepat-cepat lulus dari kampus. Agar mereka tidak usah merisaukan aku lagi. Aku tau mereka sangat risau dengan apa yang aku alami sekarang. Kasihan mereka,, pengorbanan yang mereka berikan pada ku tidak akan pernah bisa terbalas,, pengorbanan yang tak terhingga,,,, ibu ayah maaf kan anak mu ini,,, maafkan aku ,,, ibu ayahhhh,,, maaffffffff,,,,,
Umurku yang sudah tua , masih juga belum bisa membahagiakan kedua orang tua. Sungguh anak yang tidak tau diri, kenapa aku hanya bisa menjadi beban mereka saja. Umur 22 ,, seharusnya sudah bisa hidup mandiri tapi lihat pada diriku. Masih tidak ada perubahan. Sementara di luar sana,, sudah banyak teman-temanku yg sukses membahagiakan kedua orang tuanya. Setidaknya,, tidak lagi menjadi beban kedua orang tua. Lulus dari universitas dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai,, itu lebih dari cukup. Untuk membuat hati kedua orang tua menjadi senang,, Yah minimal bisa mencapai tahap itu,,, Tidak harus menunggu hal-hal yang begitu besar.
Melihat anaknya memakai toga saja,,, ibu dan ayah sangat bahagia. Dan tidak jarang, pastilah ibu dan ayah akan memampangkan foto-foto wisuda anak tersayangnya di setiap ruang tamu rumah. Yakinlah,, apa itu tandanya,,, yah terbukti ada sesuatu hal yang tak bisa diungkapkan disana. Bagi mereka foto yg dipajang, membuktikan mereka telah berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga menjadi orang-orang yang sukses.
Walaupun sebenarnya,,, toga itu tidak lah begitu penting,, tapi bagi ibu dan ayah hal itu merupakan sesuatu hal yang sangat membuat mereka bahagia. Tapi sebenarnya ,, yang paling penting bagiku adalah pengalaman bukan sarjana S1 yang membawa nilai-nilai tinggi dan memakai baju kelulusan sebagai tanda kehormatan. Hemm,,, tapi tidak bisa pula dipungkiri,,, untuk saat ini, yang jelas aku harus lulus dari kampus ku. Agar ibu dan ayah tidk lagi merisaukan diriku. Dan aku tidak lagi menjadi beban ibu dan ayah .
Sekarang aku hanya bisa memandang semua impian dgn pandangan hampa. Mendabakan menjadi seorang guru dipesantren ,, menjadi seorang penulis yang profesional adalah impian ku. Aku gak tau,,, apakah aku bisa menggapai impian - impian itu. Begitu banyak kekurangan yg ada diriku ini. Orang bijak sering mengatakan... jadilah seperti air.. AIR yang selalu sabar dalam menjalani kehidupan. Selalu mengalir walaupun ada hambatan didepannya. Ada jalan yang brbelok,, air pun tetap terus maju mengalir mengikuti belokannya,, ada hambatan berupa gundukan batu,, air pun tetap mengalir dengan cara menyelinap disela-sela gundukan batu,,, ada hambatan berupa bendungan,, air pun tetap mengalir tidk berhenti,, ia akan mengumpul hingga jumlahnya semakin banyak,, dan dapat melewati bendungan... Begitulah air dalam menjalani kehidupannya. Ibarat kata,, tidak ada masalah yg tidak bisa dipecahkan. Selalu berusaha,,dan sabar. Menjadi seperti AIR yang selalu sabar dan berusaha untuk tetap bisa mengalir dan berhasil menghadapi setiap masalah yang ada.
Mudah mudahan aku bisa mengambil ibrah dari kehidupan ini. Memaknai kehidupan yang sesungguhnya. Tidak lagi sekedar melewati hari tanpa makna. Tidal lagi hanya sekonyong konyong mengumbar kepalsuan dunia .
Masalah masalah ohhh masalah
((fat elissa 2013))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar