Kamis, 06 November 2014

HAti penuh Dosa



BISMILLAH,,
            Sudah 2 hari  aku kepikiran terus, untuk bagaimana caranya agar bisa buat cerita pendek atau puisi. Padahal deadline nya hari sabtu ni,,,hemm… Hari Ahad bentar lagi mau tiba, lahan penerbitan jurusan sastra seni lagi-lagi pasti ditempati para penulis yang lainnya. Kira—kira kapan lah nya aku bisa menerbitkan hasil karya ku dikoran. Pingin banget,sesekali karya-karya ku ditampilkan dikoran. Biar dibaca oleh semua orang, hingga pembaca dapat merasa bahagia dan bisa terinspirasi oleh  tulisan- tulisan ku.
            Impian setinggi langit. Mengguncangkan dunia sastra lewat tulisan. Tapi, bagaimana pulak caranya aku bisa mengguncangkan dunia sastra lewat tulisan tanganku sendiri, wong,, buat cerpen ajaa gak kelar-kelar.Hemmm,,, lisut,,lisut,,,,
            Sekarang waktunya aku berusaha untuk memulai langkah pertama dalam membuat sebuah cerita pendek atau pun  puisi. Berhubung aku dari dulu gak pernah mencoba untuk membuat karangan fiksi dan non fiksi berupa cerita pendek maupun puisi. Maka aku harus sekuat tenaga untuk mencoba mempelajari tekhnik bagaimana cara membuat cerita pendek dan, puisi yang baik ,,,
            Sesuai dengan saran penulis best seller asma nadia, “kalau ingin membuat cerpen yang bagus, maka perbanyak lah membaca cerpen-cerpen dari karya penulis yang terbaik”. Aku pun mengawali pembuatan cerita pendekku dengan membaca berbagai macam cerpen best seller. Yah, salah satunya karya Asma Nadia. Penulis asma nadia, termasuk salah satu tokoh favoritku. Gaya tulisan nya bagus, bahasa, alur ceritanya pun mudah dipahami. Tidak berputar-putar dan sulit untuk dimengerti. Kisah-kisahnya pun penuh inspirasi dan bermakna.
            Tapi, untuk saat ini,,, aku belum begitu terlalu serius membaca, mengulang-ngulang mempelajari cerita pendek dari karya asma nadia. Karna dihambat oleh kegiatan-kegiatan ku diluar. Belum lagi tugas dari kampus ditambah lagi pekerjaan rumah. Untuk focus menulis pun susah jadinya. Waktu lebih banyak diisi dengan kegiatan luar. Pernah  aku berpikir, agar bisa menulis dengan focus. Ingin mencari waktu yang pas, kalau bisa tidak ada yang mengganggu ku ketika menulis. Nah, berniat bangun tengah malam, tepat nya sepertiga malam setelah selesai sholat tahajud. Pasti suasana nya mendukung banget buat nulis.
            Dan ternyata,, boro-boro bisa nulis siap sholat tahajud dan menunaikan sholat malam. Wong aku lagi –lagi bangun kesiangan, Tau coba jam berapa aku bangun. Jam 06.30, kadang-kadang hampir jam tujuh pagi,,sial banget dech,,,,
            Setiap kali berniat bangun malam, buat sholat tahajud dan nulis. Eeeehhh,, kenyataannya jauh dari rencana.hemmm,,,,,
            Kadang aku berpikir, kenapa aku susah banget untuk bangun malam. Jangan dulu untuk bangun malam, untuk bangun sholat shubuh aja susahnya minta ampun. Bisa dibilang hanya sesekali dan jarang aku tepat waktu dalam mengerjakan sholat shubuh…
            Berulang kali,, merenung dan meratapi dosa-dosa yang telah ku lakukan. Tapi, belum bisa juga untuk bertobat dengan sungguh-sungguh. Lagi- lagi kesalahan yang sama terulang terus. Tanpa aku sadari kesalahan telah menumpuk dipundak ku. Kesalahan yang berujung pada dosa. Dosa yang telah menumpuk bermuara pada hati. Hati yang bersemayam menjadi hitam, keras, dan sakit. Menyebabkan diriku sulit untuk menjalani proses menjadi seorang penulis. Menjadi seorang penulis yang benar benar penulis sejati. Menjadi seorang penulis yang benar-benar penulis karna ALLAH… Itulah yang sekarang menimpa diriku…. DIRIKU YANG PENUH DOSA,,,,
            Berniat melakukan kebaikan,,
            Berniat mengerjakan kewajiban dengan hati ikhlas,,
            Berniat melaksanakan amal sholeh,,
Tapi,,apa yang didapat,,,
Hati selalu condong pada keburukan,,,
Hati selalu kalah melawan hawa nafsu,,
Hati ku yang sakit,,,
Betapa malangnya nasib ini,,,
            Ya Allah,, sembuhkan lah hati hamba yang sakit ini. Jangan biarkan hamba berlama-lama dalam kemaksiatan. Hingga membuat hati ini menjadi semakin sakit dan mati. Maafkan hamba yaa robb,,,
Hanya kepa-Mu lah hamba memohon ampunan,, Aamiin,,,

            Dengan hanya hati yang bersihlah,, penulis bisa menjadi seorang penulis yang seutuhnya.
Penulis seorang penulis yang hanya menulis berdasarkan karna Allah semata.
Bukan karna hal lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar