Rabu, 04 Desember 2013

Sosok Muhammad al-fatih

  1. Didik dari kecil dengan pendidikan yg intens. Dengan berguru dari syehk-syehk yang cemerlang ilmu pengetahuannya. Yakni sultan menguasai berbagai macam disiplin ilmu seperti ilmu bahasa ( arab, persia, yunani, latin dan hebrew ) , ilmu kemiliteran, sains, matematika, keterampilan fisik, geografi, falak , sejarah serta Al-qur'an.
  2. Menuntut ilmu dari ulama-ulama besar : Ulama besar Ahmad Al-Kurani,
    Syaikh Ibnu Al-Tamjid seorang shalih ahli syai'ir yang menguasai bahasa arab dan persia,
    Syaikh Khairuddin
    Syaikh Sirajuddin Al-Halbi dan
    Aaq Syamsuddin
  3. Dari mulai baligh,, ia tidak pernah meninggalkan sholat wajib dan juga sholat tahajud. Yah,, dialah yang selalu melaksanakan sholat tahajud tanpa melewatkannya satu malam pun. Menjadikan pedang malam ,, sholat tahajud mengiringi perjalanan hidupnya hingga ia wafat. 
  4. Sikap keras dan disiplin dalam memimpin pasukan. ( terbukti menghukum pasukannya yang lalai dalam melaksanakan tugas dgn sanksi yang berat ).
  5. Peduli terhadap lingkungan, rendah hati , penuh ketoleransian terhadap umat-umat yang fakir.
  6. Brilian dalam mengambil keputusan pada saat kondisi genting. ( Pencetus strategi yang cemerlang, terbukti pada saat panglima memiliki ide untuk memindahkan kapal-kapal besar yang jumlahnya cukup banyak melalui jalan darat hingga masuk ke wilayah musuh, ide yang tak kan pernah terfikir sekalipun oleh kubu musuh, membuat musuh ternganga lebar dan tercengang heran).
  7. Memiliki visi yang kuat dengan berlandaskan al-qur'an dan hadish. ( Dalam peperangan, kaum muhammad al-fatih membaca surat al-anfal untuk menggelorakan semangat jihad ). Hingga muncul semangat yang menggebu-gebu untuk meruntuhkan konstantinopel.
  8. Adil dan bijaksana dalam mengkoordinir kerajaannya.
  9. Meraih kemenangan meruntuhkan konstantinopel pada saat umur yang tergolong muda yaitu umur 21 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar