Bagaimana ini,
aku sama sekali tidak punya ide yang bisa dijadikan bahan untuk menulis cerita
diblog quuu,,, hemm, kenapa rasanya mendeg banget sih pikiran quu,,, kemarin
ketika menulis ide nya mengucur deras seperti kucuran air terjun. Dan sekarang
malah sebaliknya, tidak ada ide sama sekali huff,,,,, apa yang terjadi dengan
diriku sekarang? Ayoo,, lisaa buka pikiranmu ,, buka hatimu lebar-lebar,,,
please,,,, ide datanglahh, datanggggg hiks hiks hiks,,,,,
Bagaimana mungkin aku bisa menjadi seorang penulis sejati, kalau metodanya seperti ini. Dari beberapa sumber yang dapat aku simpulkan, untuk menjadi seorang penulis sejati itu harus tetap konsisten dalam menulis. Tidak menunggu waktu mood baru mau nulis. Bagi penulis sejati, ia selalu menulis dikapanpun berada. Tidak mengenal waktu dan tempat. Bebas mengekspresikan seluruh apa yang dirasa dan apa yang dipikirkan, kapanpun dan dimanapun. Kunci menjadi seorang penulis sejati, ia menyerahkan seluruh waktu dan tenaganya hanya untuk menulis. Dan tidak akan pernah berhenti menulis.
Sebagai penulis
pemula, tentu aku masih sedikit awam dengan seluk beluk dunia tulis-menulis.
Bahkan aku harus banyak berlatih, agar tulisan ku bukan hanya sekedar tulisan
biasa saja. Tapi lebih dari itu, tulisan yang nantinya dapat dijadikan
pencerahan hingga bermanfaat bagi orang banyak. Dan, juga dapat menjadi tolak
ukur pengembangan diriku sendiri. Mudahan-mudahan aku di ridhoi oleh
ALLAH SWT hingga bisa menjadi seorang penulis sejati. Menulis semata-mata karna
hanya ALLAH ta’ala,,,,,
Aku tau untuk
tahap sekarang, rangkaian tulisanku masih amburadul tidak sesuai dengan
kaidah-kaidah penulisan yang sebenarnya. Tapi aku yakin sekali seiring
berjalannya waktu pasti cara penulisanku menjadi lebih baik. Bahkan dengan
percaya dirinya, aku selalu mengazamkan didalam hati bahwa ”aku ini terlahir
untuk menjadi seorang penulis sejati”. Penulis yang selalu akan tetap
menulis,,,,,
((Fat Elissa))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar